Gempa Susulan Terus Mengguncang NTT, BMKG Catat 4.256 Kali Gempa
NTT — Aktivitas gempa bumi susulan masih terus terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang kawasan tersebut pada 15 Agustus 2026.
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga Jumat, 21 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, tercatat sebanyak 4.256 aktivitas gempa bumi susulan. Dari jumlah tersebut, sebagian gempa dirasakan oleh masyarakat dan gempa susulan terbesar tercatat mencapai magnitudo 6,2.
Kondisi tersebut membuat masyarakat di sejumlah wilayah terdampak masih berada dalam situasi waspada. Getaran susulan yang terus muncul juga menjadi perhatian karena sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat gempa utama maupun rangkaian gempa berikutnya.
BMKG sebelumnya menjelaskan bahwa rangkaian gempa susulan merupakan bagian dari proses penyesuaian kerak bumi setelah gempa utama. Masyarakat diminta tetap tenang, namun tidak mengabaikan potensi bahaya, terutama dengan menghindari bangunan yang telah mengalami kerusakan.
Gempa M5,3 Kembali Terjadi
Pada Jumat, 21 Agustus 2026 pukul 01.12 WIB, BMKG juga mencatat gempa berkekuatan M5,3 yang berpusat sekitar 52 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa tersebut tercatat dalam daftar gempa M5,0+ BMKG.
Sementara itu, pada 21 Agustus pukul 08.18 WIB, BMKG mencatat gempa M4,6 di sekitar 45 kilometer utara Ruteng-Manggarai dengan kedalaman 7 kilometer. Gempa tersebut dirasakan pada skala II–III MMI di Kabupaten Manggarai.
Warga Diminta Tetap Waspada
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga yang berada di bangunan rusak disarankan segera mencari tempat yang lebih aman dan tidak kembali memasuki bangunan sebelum dinyatakan aman.
Masyarakat juga diimbau untuk memperoleh informasi hanya dari sumber resmi seperti BMKG dan pemerintah daerah agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Gempa besar M7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus lalu sempat memicu peringatan dini tsunami. BMKG kemudian mengakhiri peringatan tersebut pada pukul 07.30 WIB setelah hasil pemantauan menunjukkan kondisi yang memungkinkan peringatan dihentikan.
Hingga kini, BMKG masih terus memantau perkembangan aktivitas gempa di wilayah NTT dan memperbarui informasi apabila terjadi perubahan signifikan.
Tidak ada komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.