Jika Gas Andaman Dikelola Aceh, Berapa Potensi Manfaat yang Diterima Setiap Keluarga?
BANDA ACEH – Penemuan cadangan gas raksasa di kawasan Andaman, lepas pantai Aceh, terus menjadi perbincangan publik. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah berapa besar manfaat yang bisa diterima masyarakat Aceh apabila pengelolaan sumber daya tersebut memberikan porsi yang lebih besar kepada daerah.
Dalam simulasi sederhana, jika Aceh memperoleh 70 persen dari total pendapatan gas Andaman dan pemerintah pusat menerima 30 persen, maka potensi manfaat ekonomi yang diterima masyarakat dinilai sangat signifikan.
Berdasarkan berbagai estimasi yang beredar, nilai ekonomi gas Andaman diperkirakan mencapai sekitar Rp2.700 triliun. Dengan skema pembagian 70 persen untuk Aceh, maka daerah ini berpotensi memperoleh sekitar Rp1.890 triliun selama masa produksi.
Jika jumlah penduduk Aceh diasumsikan sekitar 5,5 juta jiwa atau setara dengan 1,37 juta keluarga, serta pendapatan tersebut diterima selama 30 tahun masa produksi, maka nilai manfaat yang setara dengan setiap keluarga dapat mencapai sekitar Rp1,37 miliar selama periode tersebut.
Dalam hitungan bulanan, angka tersebut setara dengan sekitar Rp3,8 juta per keluarga per bulan.
Meski demikian, para pengamat ekonomi menegaskan bahwa hasil migas pada praktiknya tidak dibagikan secara langsung kepada masyarakat dalam bentuk uang tunai. Pendapatan dari sektor migas umumnya digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur, pendidikan, layanan kesehatan, pengembangan ekonomi daerah, hingga program kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, manfaat terbesar dari pengelolaan gas Andaman diperkirakan akan dirasakan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, terbukanya lapangan kerja baru, serta pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di Aceh.
Selain itu, sejumlah pihak juga mendorong agar pendapatan dari sektor migas nantinya dikelola melalui dana abadi daerah. Skema ini dinilai mampu menjaga keberlanjutan manfaat ekonomi bagi generasi mendatang, bahkan setelah cadangan gas tidak lagi diproduksi.
Perlu dicatat bahwa perhitungan tersebut merupakan simulasi sederhana berdasarkan sejumlah asumsi dan belum mencerminkan nilai pendapatan riil yang akan diterima. Besaran manfaat sesungguhnya akan bergantung pada volume produksi, harga gas dunia, biaya operasional, kebijakan fiskal, serta skema bagi hasil yang ditetapkan pemerintah.
inisial news
