Halaman

    Social Items


Taruna Politeknik Pelayaran Malahayati Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Meninggal Dunia

Salah satu korban ledakan mesin KMP Aceh Hebat 2, Fahri Herdi Eko (19), taruna Politeknik Pelayaran Malahayati, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh.

Kepala Bagian Humas RSUD Zainoel Abidin, Rahmadi, mengatakan Fahri mengembuskan napas terakhir di ruang ICU 1 pada Jumat (20/6) sekitar pukul 22.50 WIB. Saat itu, almarhum didampingi oleh keluarga dan perawat yang bertugas.

Sebelumnya, ledakan terjadi di kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 yang melayani rute Banda Aceh–Sabang saat kapal sedang bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Peristiwa tersebut menyebabkan 15 orang mengalami luka bakar, terdiri dari 14 taruna Politeknik Pelayaran Malahayati dan seorang awak kapal.

Menurut Rahmadi, kondisi Fahri sempat memburuk sekitar pukul 21.00 WIB. Tim medis kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Setelah proses fardhu kifayah dan salat jenazah di Masjid Raudhatul Jannah RSUD Zainoel Abidin, jenazah diberangkatkan ke kampung halamannya di Medan, Sumatera Utara, menggunakan ambulans pada pukul 01.50 WIB.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Fahri Herdi Eko. General Manager ASDP Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, menyatakan perusahaan berduka cita dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan.

ASDP juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pendampingan kepada keluarga almarhum dan para korban lain yang masih menjalani perawatan. Selain itu, perusahaan menyampaikan apresiasi kepada tenaga medis, petugas pelabuhan, aparat, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan insiden sejak awal kejadian.

Hingga kini, ASDP masih berkoordinasi dengan pihak berwenang dan mendukung penuh proses investigasi guna mengungkap penyebab pasti ledakan. Perusahaan menyatakan akan menindaklanjuti setiap hasil evaluasi sebagai bagian dari upaya peningkatan keselamatan operasional.

Taruna Politeknik Pelayaran Malahayati Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Meninggal Dunia

inisial news


Taruna Politeknik Pelayaran Malahayati Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Meninggal Dunia

Salah satu korban ledakan mesin KMP Aceh Hebat 2, Fahri Herdi Eko (19), taruna Politeknik Pelayaran Malahayati, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh.

Kepala Bagian Humas RSUD Zainoel Abidin, Rahmadi, mengatakan Fahri mengembuskan napas terakhir di ruang ICU 1 pada Jumat (20/6) sekitar pukul 22.50 WIB. Saat itu, almarhum didampingi oleh keluarga dan perawat yang bertugas.

Sebelumnya, ledakan terjadi di kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 yang melayani rute Banda Aceh–Sabang saat kapal sedang bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Peristiwa tersebut menyebabkan 15 orang mengalami luka bakar, terdiri dari 14 taruna Politeknik Pelayaran Malahayati dan seorang awak kapal.

Menurut Rahmadi, kondisi Fahri sempat memburuk sekitar pukul 21.00 WIB. Tim medis kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Setelah proses fardhu kifayah dan salat jenazah di Masjid Raudhatul Jannah RSUD Zainoel Abidin, jenazah diberangkatkan ke kampung halamannya di Medan, Sumatera Utara, menggunakan ambulans pada pukul 01.50 WIB.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Fahri Herdi Eko. General Manager ASDP Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, menyatakan perusahaan berduka cita dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan.

ASDP juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pendampingan kepada keluarga almarhum dan para korban lain yang masih menjalani perawatan. Selain itu, perusahaan menyampaikan apresiasi kepada tenaga medis, petugas pelabuhan, aparat, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan insiden sejak awal kejadian.

Hingga kini, ASDP masih berkoordinasi dengan pihak berwenang dan mendukung penuh proses investigasi guna mengungkap penyebab pasti ledakan. Perusahaan menyatakan akan menindaklanjuti setiap hasil evaluasi sebagai bagian dari upaya peningkatan keselamatan operasional.