Halaman

    Social Items

🪙 EMAS ACEH Rp 7.760.000/mayam 🕌 SHOLAT BANDA ACEH Memuat... 🌤️ CUACA Memuat... 🕐 UPDATE Memuat...

 


ACEH UTARA – Seorang anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Utara, Haiqal, diduga menjadi korban kekerasan saat terjadi kericuhan dalam pertandingan sepak bola antargampong di Lapangan Bumigas, Desa Blang Jruen, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, Kamis (27/8/2026).

Haiqal diketahui juga menjabat sebagai Ketua Pemuda Gampong Ampeh. Insiden tersebut terjadi ketika pertandingan antara Gampong Ampeh dan Gampong Trieng berlangsung dalam suasana yang memanas.

Keributan awalnya dipicu oleh perselisihan di antara pemain yang kemudian merembet kepada para penonton. Situasi semakin memanas hingga terjadi aksi saling dorong antarsuporter.

Di tengah kondisi tersebut, aparat keamanan yang berada di lokasi berupaya mengendalikan situasi. Salah satu anggota Babinsa Koramil 10 Tanah Luas, Sertu Hendra Saputra, disebut terlibat dalam upaya mengamankan Haiqal.

Dalam sejumlah pemberitaan, Haiqal disebut mengalami tindakan kekerasan saat proses pengamanan tersebut. Peristiwa itu kemudian mendapat perhatian dari PWI Aceh dan sejumlah pihak lainnya.

Versi Koramil

Pihak Koramil 10 Tanah Luas memberikan klarifikasi mengenai kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan Sertu Hendra Saputra, kondisi di lapangan saat itu sudah tidak kondusif akibat keributan antara pemain dan penonton.

Hendra bersama personel lainnya kemudian berusaha mengamankan Haiqal yang dinilai berada dalam kondisi emosional dan berupaya mendekati penonton dari pihak lawan.

Dalam proses pengamanan, Haiqal disebut dirangkul dan dibaringkan ke rumput. Pihak Koramil menjelaskan bahwa saat proses tersebut berlangsung, Hendra kehilangan keseimbangan dan terjatuh sehingga lututnya mengenai tubuh Haiqal.

Koramil menegaskan benturan tersebut terjadi dalam proses pengamanan dan disebut tidak dilakukan dengan sengaja untuk menendang ataupun melakukan kekerasan terhadap Haiqal.

Setelah situasi berhasil dikendalikan, Haiqal kemudian diamankan oleh personel Polsek Tanah Luas untuk mencegah terjadinya keributan susulan.

Pihak Koramil juga menyatakan bahwa Sertu Hendra bersedia menemui Haiqal untuk memberikan penjelasan mengenai kejadian tersebut. Penyelesaian secara baik-baik diharapkan dapat dilakukan agar persoalan tidak berkembang dan hubungan antara aparat dengan masyarakat tetap terjaga.

Sementara itu, dugaan kekerasan terhadap anggota PWI Aceh Utara tersebut masih menjadi perhatian. Berbagai pihak diharapkan dapat memberikan keterangan secara terbuka sehingga fakta sebenarnya mengenai insiden tersebut dapat diketahui secara jelas.

Hingga saat ini, penting bagi semua pihak untuk mengedepankan proses klarifikasi dan tidak mengambil kesimpulan sebelum seluruh kronologi serta keterangan dari pihak-pihak yang terlibat diperiksa secara menyeluruh.

Anggota PWI Aceh Utara Diduga Jadi Korban Kekerasan Saat Kericuhan Sepak Bola

inisial news

 


ACEH UTARA – Seorang anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Utara, Haiqal, diduga menjadi korban kekerasan saat terjadi kericuhan dalam pertandingan sepak bola antargampong di Lapangan Bumigas, Desa Blang Jruen, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, Kamis (27/8/2026).

Haiqal diketahui juga menjabat sebagai Ketua Pemuda Gampong Ampeh. Insiden tersebut terjadi ketika pertandingan antara Gampong Ampeh dan Gampong Trieng berlangsung dalam suasana yang memanas.

Keributan awalnya dipicu oleh perselisihan di antara pemain yang kemudian merembet kepada para penonton. Situasi semakin memanas hingga terjadi aksi saling dorong antarsuporter.

Di tengah kondisi tersebut, aparat keamanan yang berada di lokasi berupaya mengendalikan situasi. Salah satu anggota Babinsa Koramil 10 Tanah Luas, Sertu Hendra Saputra, disebut terlibat dalam upaya mengamankan Haiqal.

Dalam sejumlah pemberitaan, Haiqal disebut mengalami tindakan kekerasan saat proses pengamanan tersebut. Peristiwa itu kemudian mendapat perhatian dari PWI Aceh dan sejumlah pihak lainnya.

Versi Koramil

Pihak Koramil 10 Tanah Luas memberikan klarifikasi mengenai kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan Sertu Hendra Saputra, kondisi di lapangan saat itu sudah tidak kondusif akibat keributan antara pemain dan penonton.

Hendra bersama personel lainnya kemudian berusaha mengamankan Haiqal yang dinilai berada dalam kondisi emosional dan berupaya mendekati penonton dari pihak lawan.

Dalam proses pengamanan, Haiqal disebut dirangkul dan dibaringkan ke rumput. Pihak Koramil menjelaskan bahwa saat proses tersebut berlangsung, Hendra kehilangan keseimbangan dan terjatuh sehingga lututnya mengenai tubuh Haiqal.

Koramil menegaskan benturan tersebut terjadi dalam proses pengamanan dan disebut tidak dilakukan dengan sengaja untuk menendang ataupun melakukan kekerasan terhadap Haiqal.

Setelah situasi berhasil dikendalikan, Haiqal kemudian diamankan oleh personel Polsek Tanah Luas untuk mencegah terjadinya keributan susulan.

Pihak Koramil juga menyatakan bahwa Sertu Hendra bersedia menemui Haiqal untuk memberikan penjelasan mengenai kejadian tersebut. Penyelesaian secara baik-baik diharapkan dapat dilakukan agar persoalan tidak berkembang dan hubungan antara aparat dengan masyarakat tetap terjaga.

Sementara itu, dugaan kekerasan terhadap anggota PWI Aceh Utara tersebut masih menjadi perhatian. Berbagai pihak diharapkan dapat memberikan keterangan secara terbuka sehingga fakta sebenarnya mengenai insiden tersebut dapat diketahui secara jelas.

Hingga saat ini, penting bagi semua pihak untuk mengedepankan proses klarifikasi dan tidak mengambil kesimpulan sebelum seluruh kronologi serta keterangan dari pihak-pihak yang terlibat diperiksa secara menyeluruh.

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.