Halaman

    Social Items

🪙 EMAS ACEH Rp 7.760.000/mayam 🕌 SHOLAT BANDA ACEH Memuat... 🌤️ CUACA Memuat... 🕐 UPDATE Memuat...

 


ACEH SELATAN - INISIAL NEWS – Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, mengingatkan seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring kondisi cuaca panas dan memasuki periode kemarau.

Imbauan tersebut disampaikan Mirwan setelah Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menggelar apel kesiapsiagaan penanganan karhutla di Lapangan Naga, Tapaktuan, Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut melibatkan unsur Forkopimda, TNI-Polri, BPBD, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, dunia usaha, serta unsur masyarakat.

Mirwan meminta masyarakat tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar. Menurutnya, kondisi lahan dan vegetasi yang kering membuat api lebih mudah menyebar dan berpotensi menimbulkan kebakaran dalam skala luas.

“Kami mengajak masyarakat tidak membakar lahan dan hutan. Jangan sampai ada yang tidak peduli dengan kondisi saat ini,” ujar Mirwan dalam keterangannya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan hutan, perkebunan dan lahan yang sedang dalam kondisi kering.

Api Kecil Bisa Menjadi Kebakaran Besar

Bupati mengatakan kebakaran hutan dan lahan tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, mata pencaharian warga hingga perekonomian daerah.

Menurutnya, kebakaran sering kali bermula dari sumber api yang kecil. Namun, dalam kondisi kering dan disertai angin, api dapat dengan cepat membesar serta merambat ke kawasan lainnya.

Karena itu, masyarakat diminta tidak meremehkan api sekecil apa pun dan segera melakukan pelaporan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan karhutla.

“Jangan meremehkan api kecil. Setiap kebakaran hutan dan lahan pasti bermula dari api, sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan,” tegasnya.

Penanganan Karhutla Butuh Kerja Sama

Dalam apel kesiapsiagaan tersebut, Mirwan menegaskan bahwa penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Pencegahan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, pemadam kebakaran, pemerintah desa, perusahaan, relawan hingga masyarakat.

Ia menyebut kesiapsiagaan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan, deteksi dini, respons cepat ketika terjadi kebakaran hingga pemulihan setelah kejadian.

Dandim 0107/Aceh Selatan Letkol Inf Andrino D.N Lubis juga menyatakan kesiapan jajarannya untuk bersinergi dengan pemerintah daerah, Polri, BPBD dan berbagai pihak dalam menghadapi potensi karhutla.

Menurutnya, langkah paling penting adalah melakukan pencegahan dan deteksi dini agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih besar.

Masyarakat Diminta Ikut Menjaga Hutan Aceh Selatan

Bupati Mirwan kembali mengingatkan bahwa kawasan hutan merupakan aset penting yang harus dijaga bersama. Ia mengajak masyarakat tidak mengambil tindakan yang dapat merusak lingkungan hanya demi kepentingan sesaat.

Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan berharap kesadaran masyarakat dapat menjadi benteng pertama dalam mencegah terjadinya karhutla.

Masyarakat yang menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran lahan juga diminta segera melaporkannya kepada pihak terkait agar dapat ditangani sedini mungkin.

“Mari kita jaga hutan dan lahan Aceh Selatan bersama-sama. Pencegahan jauh lebih baik daripada harus menangani kebakaran yang sudah meluas,” demikian imbauan Bupati Mirwan.

Bupati Aceh Selatan Imbau Warga Waspada Karhutla, Larang Buka Lahan dengan Cara Membakar

inisial news

 


ACEH SELATAN - INISIAL NEWS – Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, mengingatkan seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring kondisi cuaca panas dan memasuki periode kemarau.

Imbauan tersebut disampaikan Mirwan setelah Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menggelar apel kesiapsiagaan penanganan karhutla di Lapangan Naga, Tapaktuan, Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut melibatkan unsur Forkopimda, TNI-Polri, BPBD, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, dunia usaha, serta unsur masyarakat.

Mirwan meminta masyarakat tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar. Menurutnya, kondisi lahan dan vegetasi yang kering membuat api lebih mudah menyebar dan berpotensi menimbulkan kebakaran dalam skala luas.

“Kami mengajak masyarakat tidak membakar lahan dan hutan. Jangan sampai ada yang tidak peduli dengan kondisi saat ini,” ujar Mirwan dalam keterangannya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan hutan, perkebunan dan lahan yang sedang dalam kondisi kering.

Api Kecil Bisa Menjadi Kebakaran Besar

Bupati mengatakan kebakaran hutan dan lahan tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, mata pencaharian warga hingga perekonomian daerah.

Menurutnya, kebakaran sering kali bermula dari sumber api yang kecil. Namun, dalam kondisi kering dan disertai angin, api dapat dengan cepat membesar serta merambat ke kawasan lainnya.

Karena itu, masyarakat diminta tidak meremehkan api sekecil apa pun dan segera melakukan pelaporan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan karhutla.

“Jangan meremehkan api kecil. Setiap kebakaran hutan dan lahan pasti bermula dari api, sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan,” tegasnya.

Penanganan Karhutla Butuh Kerja Sama

Dalam apel kesiapsiagaan tersebut, Mirwan menegaskan bahwa penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Pencegahan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, pemadam kebakaran, pemerintah desa, perusahaan, relawan hingga masyarakat.

Ia menyebut kesiapsiagaan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan, deteksi dini, respons cepat ketika terjadi kebakaran hingga pemulihan setelah kejadian.

Dandim 0107/Aceh Selatan Letkol Inf Andrino D.N Lubis juga menyatakan kesiapan jajarannya untuk bersinergi dengan pemerintah daerah, Polri, BPBD dan berbagai pihak dalam menghadapi potensi karhutla.

Menurutnya, langkah paling penting adalah melakukan pencegahan dan deteksi dini agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih besar.

Masyarakat Diminta Ikut Menjaga Hutan Aceh Selatan

Bupati Mirwan kembali mengingatkan bahwa kawasan hutan merupakan aset penting yang harus dijaga bersama. Ia mengajak masyarakat tidak mengambil tindakan yang dapat merusak lingkungan hanya demi kepentingan sesaat.

Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan berharap kesadaran masyarakat dapat menjadi benteng pertama dalam mencegah terjadinya karhutla.

Masyarakat yang menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran lahan juga diminta segera melaporkannya kepada pihak terkait agar dapat ditangani sedini mungkin.

“Mari kita jaga hutan dan lahan Aceh Selatan bersama-sama. Pencegahan jauh lebih baik daripada harus menangani kebakaran yang sudah meluas,” demikian imbauan Bupati Mirwan.

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.