Halaman

    Social Items

Tampilkan postingan dengan label INFO ISLAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INFO ISLAM. Tampilkan semua postingan

ACEH ONE - Pengurus Tarbiyah-Perti Abdya Peusijuek Sekda Abdya 




Blangpidie - Ulama dan Pengurus Persatuan Tarbiyah Islamiyah (TARBIYAH-PERTI) Aceh Barat Daya (Abdya) menepungtawari (peusijuek) Sekda Aceh Barat Daya yang baru dilantik, Salman Alfarisi ST di Dayah Bustanul Huda, Blangpidie (13/01/2021).


Wakil Ketua PC Tarbiyah-Perti Abdya Teuku Kasman kepada redaksi menjelaskan bahwa Peusijuk, Kenduri dan Samadiah merupakan kelaziman orang PERTI. Hal ini bukan bid'ah dan bertujuan untuk mengungkap syukur dan doa keselamatan.


Prosesi peusijuek Sekda Abdya beserta Istri dilakukan oleh beberapa ulama dan pengurus harian Tarbiyah-Perti seperti Abu Muda Qudusi, Abon Yazid, Abu Zulkfili Daiyan, Abu Dahlan, Abon Zarkasyie, Abu Raimi dan Teungku Yasin Yusuf.


Dalam sambutannya Ketua PC Tarbiyah-Perti Abdya Abu Muda Tgk H Muhammad Qudusi Syam Marfaly menyampaikan bahwa Bapak Salman yang juga merupakan Wakil Ketua Majelis Pakar Cabang Tarbiyah-Perti Abdya diharapkan melibatkan Tarbiyah-Perti sebagai mitra strategis pemerintah dalam program dan kebijakan yang berkaitan dengan Tribhakti Tarbiyah-Perti yaitu Pendidikan, Dakwah dan Amal Sosial.


Sekda Abdya, Salman Alfarisi mengungkapkan bahwa dirinya mengharapkan doa dan dukungan dari para alim ulama dan pengurus Tarbiyah-Perti selama mengabdi sebagai sekda Abdya kedepannya. 


Ketua Majelis Pembina Cabang Tarbiyah-Perti Abdya, Drs Tgk H T Burhanuddin Sampe MM MSi yang juga merupakan Sekda pertama Abdya dan sempat menjabat sebagai Pj. Bupati Abdya menyampaikan bahwa tugas sebagai Sekda merupakan amanah dan tanggungjawab yang berat. Sehingga diperlukan dukungan dari semua pihak khususnya para ulama.


Acara peusijuk ini diakhiri dengan samadiah yang dipimpin oleh Abah Mansuryani serta doa bersama untuk pendiri dan ulama Tarbiyah-Perti terdahulu dan untuk kesuksesan Bapak Sekda.


kontributor - Maswadi Ramadhatul

Pengurus Tarbiyah-Perti Abdya Peusijuek Sekda Abdya

 



Belum genap sepekan kita memasuki tahun baru sudah terjadi penistaan terhadap agama Islam lagi. Politikus Ferdinan Hutahaean melalui akun twitternya menulis, “Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, DIA lah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu di bela.”

Meski cuitan yang diunggah Rabu, 4 Januari 2022 tersebut kemudian dihapus, namun sudah berhasil membuat publik geram lantaran dinilai telah menghina Tuhan kaum muslimin. Penulisan nama Tuhan dengan kata “Allah” memang hanya terdapat di dua agama dengan pelafalan yang berbeda. Jika Ferdinan beragama kristen, maka patut disimpulkan bahwa yang ia maksud “Allahmu lemah” adalah Tuhannya umat Islam.


Lalu bagaimana kita harus menyikapi kejadian ini. Kenapa terus terjadi perulangan penistaan terhadap Islam. Tahun lalu ada Joseph Paul Zhang yang mengaku sebagai Nabi ke-26 dan M Kece yang menghina Rasulullah di kanal YouTubenya. Yang paling miris, beredarnya screen shot unggahan Joseph Suryadi di salah satu grub WhatsApp tentang Nabi Muhammad yang menikahi Aisyah di usia muda lalu dikaitkannya dengan terdakwa pemerkosa 21 santriwati, Herry Wirawan.

Sudah betul umat marah. Ada yang mengecam dan mengutuk. Ada pula yang melaporkan ke kepolisian agar di jerat dengan hukuman yang setimpal. Tetapi, setelah semua itu, apakah hasilnya tidak ada lagi pelecehan terhadap Islam? Masih ada. Mengapa masih tetap ada? Mari kita pikirkan.

Apapun yang kita ucapkan, dan tuliskan di media sosial dilindungi oleh kebebasan berpendapat yang ada di sistem demokrasi kita. Jika dikira kebebasan tersebut tetap memiliki batasan agar kerukunan beragama tetap tumbuh, hal itu imajiner saja. Faktanya kebencian terhadap Islam dan ajarannya semakin santer didengungkan.

Umat yang menyadari perintah untuk menolong agama Allah seperti yang dijelaskan di Surat Muhammad ayat ketujuh mengalami kebingungan. Dengan cara bagaimana muslimin bisa melindungi agamanya dari penistaan lagi. Sebab, hukum formal di negaranya ternyata berakar dari sistem sekuler yang tidak mampu menjerakan dan mencegah masyarakat dari tindakan serupa.

Bagaimana mau menumpas penistaan agama Islam, peraturan bernegaranya saja mewajibkan peminggiran aturan ketuhanan direalisasikan secara utuh dalam perundangan. Yang boleh dikenakan syariat hanya secuil, itu saja di wilayah privat semisal zakat, haji dan umrah serta pernikahan. Kalau membicarakan pengimplementasian Islam secara menyeluruh dalam institusi negara, dilabeli radikal dan harus dilunakkan dengan moderatisasi Islam.

Kita tidak bisa bertumpu pada sistem demokrasi sekuler yang menjadi platform kebebasan berpendapat jika ingin menumpas semua pelecahan terhadap Islam. Jalan terbaik agar semua orang memuliakan ajaran Islam beserta simbol-simbolnya adalah dengan mendorong negara agar bersedia menerapkan syariat secara keseluruhan. Dengan begitu, rahmat Islam segera tersebar luas dan dirasakan setiap elemen.

Kasus Ferdinan Ciutan Twitter Dianggap Penistaan Terhadap Islam serta Simbolnya

SIGUPAI Abdya, Majelis Pengkajian Tauhid Tashawwuf Indonesia (MPTT-I) Aceh Barat Daya akan segera mengadakan Muzakarah atau Seminar bersama Ulama-Ulama sekabupaten Aceh Barat Daya yg akan dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 18 Februari 2021 di Posko Pusat Tauhid Irfani Gampong Keude Paya Kecamatan Blangpidie, Abdya.

Ketua Panitia Muzakarah,  Abu Junaidi Rais mengatakan, acara ini bertujuan untuk menyambung tali silaturrahmi juga untuk menguatkan persaudaraan sesama Islam dan untuk saling melengkapi pengalaman dalam  menegakkan agama agar tetap berdiri kokoh di negeri yg kita cintai ini.


Acara ini juga untuk meluruskan perbedaan pendapat antara ulama sehingga tidak terjadi perpecahan dan membingungkan ummat Islam dimanapun keberadaannya.

"Kami dari Panitia telah membagikan Undangan kepada 110 Ulama dan tokoh agama yg ada di Abdya, Acara ini juga akan dihadiri oleh Pimpinan MPTT-I Abuya Syekh H. Amran Waly Al-Khalidi," ujar panitia muzakarah.


MPTT- I sangat berharap kepada Ulama - Ulama di Abdya agar dapat mengikuti acara ini dan bertanya langsung juga memberikan pendapat serta tanggapan kepada Abuya Amran Waly supaya semua Problema dan perselisihan dapat menemukan titik temu demi mengokohkan Aqidah Ahlussunah Waljamaah di negeri yg kita cintai ini Amin tutupnya.


Sumber SAFRIZAL



MPTT.I ACEH BARAT DAYA AKAN MENGADAKAN MUZAKARAH ATAU SEMINAR BERSAMA ULAMA ACEH BARAT DAYA


Doa qunut merupakan amalan yang disunahkan di dalam sholat. Qunut berasal dari bahasa Arab yang berarti ketaatan, kesungguhan, patuh, berdiri lama, serta diam. Doa qunut yang disunahkan terdiri dari 3 macam, yaitu doa qunut subuh, qunut witir pada separuh akhir Ramadhan, beserta qunut nazilah.

Beberapa ulama memiliki pendapat yang berbeda-beda mengenai hukum doa qunut selain qunut nazilah. Doa qunut sholat subuh disunnahkan menurut pendapat Imam Malik, Imam Syafi’i, Ibnu Abi Laila, serta Al-Hasan bin Shalih.

Pada saat membaca doa qunut, imam dianjurkan mengeraskan suaranya serta makmum mengamininya. Dianjurkan pula mengangkat kedua tangan sebagaimana doa pada umumnya.

Yang lebih utama lagi, pada saat doa yang memiliki kandungan harapan serta permintaan dibacakan, telapak tangan hendaknya menghadap ke atas. Sementara di saat doa yang mengandung tolak bala atau dijauhkan dari musibah yang sedang terjadi, telapak tangan hendaknya menghadap ke bawah.


Dilansir dari islam.nu.id, menurut Imam An-Nawawi qunut subuh merupakan sunnah muakkadah. Meninggalkannya tidak membatalkan sholat, tetapi tetap dianjurkan untuk sujud sahwi, baik ditinggalkan sengaja ataupun tidak. Doa qunut subuh adalah sebagai berikut:

للّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Allahummahdini fî man hadait, wa âfini fî man âfait, wa tawallanî fî man tawallait, wa bâriklî fî mâ a thait, wa qinî syarra mâ qadhait, fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ alaik, wa innahû lâ yazillu man wâlait, wa lâ ya izzu man âdait, tabârakta rabbanâ wa ta âlait, fa lakal hamdu a lâ mâ qadhait, wa astagfiruka wa atûbu ilaik, wa shallallâhu alâ sayyidinâ muhammadin nabiyyil ummiyyi wa alâ âlihi wa shahbihi wa sallam.

Artinya:
“Ya Allah, kumpulkan aku bersama orang-orang yang menerima petunjuk-Mu, selamatkan diriku ke dalam kelompok orang yang Kau lindungi dari bala dunia dan akhirat, sertakan daku bersama mereka yang Kau pelihara dari dosa, turunkan berkah-Mu untukku dalam semua anugerah-Mu, jauhkan diriku dari dampak buruk yang Kau gariskan.
Karena sungguh Engkau yang memutuskan, bukan menerima putusan. Sungguh tiada hina orang yang Kau bimbing. Dan tiada mulia orang yang Kau musuhi. Wahai Tuhan kami, Engkau Maha Suci dan Maha Tinggi. Segala puji bagi-Mu atas segala putusan-Mu. Aku memohon ampun dan bertobat kepada-Mu.”

Doa qunut subuh di atas dibacakan pada saat sholat sendiri. Jika sholat berjemaah, imam akan dianjurkan untuk mengubah lafal “ihdini (berilah aku petunjuk)” menjadi ihdina (berilah kami petunjuk)”. Karena di dalam pandangan Syekh Zainuddin Al-Malibari di dalam Fathul Mu’in dimakruhkah untuk berdoa bagi diri sendiri pada saat doa bersama.

وكره لإمام تخصيص نفسه بدعاء أي بدعاء القنوت للنهي عن تخصيص نفسه بدعاء، فيقول الإمام: اهدنا

Artinya, “Dimakruhkan bagi imam berdoa khusus untuk dirinya sendiri pada saat doa qunut karena ada larangan tentang hal itu. Karenanya, hendaklah imam membaca ‘ihdina,’” (Lihat Zainuddin Al-Malibari, Fathul Muin JAKARTA, Darul Kutub Al-Islamiyyah, 2009 M, halaman 44).

PENJELASAN TENTANG DOA QUNUT

Berita Pilihan

Bitcoin

{getWidget} $results={3} $label={Hosting} $type={list1}

Subscribe Us

Follow Us

  • {icon: "facebook-f", url: "https://www.facebook.com/templateify", count: "1.5k"}
  • {icon: "x-twitter", url: "https://twitter.com/LiveBlogger1", count: "3.1k"}
  • {icon: "youtube", url: "https://www.youtube.com/liveblogger", count: "2.7k"}
  • {icon: "linkedin", url: "#", count: "500"}
  • {icon: "instagram", url: "https://www.instagram.com/livebloggerofficial/", count: "1.8k"}
  • {icon: "vk", url: "#", count: "1.2k"}

Social

Social

Slider

  • {icon: "facebook", url: "https://www.facebook.com/templateify"}
  • {icon: "x-twitter", url: "https://twitter.com/LiveBlogger1"}
  • {icon: "youtube", url: "https://www.youtube.com/liveblogger"}

Asian Games 2018

Blog Archive

Comments

Slide Show

Category 4

Featured Posts

Featured Posts

Masukkan script iklan 300x600px

Category 6 (Carousel)

Recents

{getWidget} $results={3} $label={recent} $type={list1}

Video

Video

Updates

{getWidget} $results={4} $label={recent} $type={list2}

Latest

{getWidget} $results={3} $label={recent} $type={list2}

Featured Listings

ShowBiz

Bisnis

Popular Posts

Tempered in blood, and tempered by lightning are these barbs

Tempered in blood, and tempered by lightning are these barbs

My Gallery

Welcome

About

About

Recent

slider

Recent

Recent

Navigation

Masukkan script iklan 970x90px

Random

Slider

Masukkan script iklan 300x250px

Instagram

Random Post

About

authorHello, my name is Jack Sparrow. I'm a 50 year old self-employed Pirate from the Caribbean.
Learn More →

JSON Variables

Photo on Flickr

AD BANNER

slider

Most Popular

Top News

Popular